Puisi Seorang Gadis

By: Frans Cahyo

Seorang Gadis membuat puisi begini….

 

Kasih, aku tau aku mencintaimu….

Aku tahu aku sayang padamu dan aku tau kau juga sayang padaku

Dan aku juga tau kau telah mencintai yang lain sebelum aku…..

Saat terindah saat bersamamamu..

Begitu lelapnya akupun terbuai

Sebenarnya aku tlah berharap ku kan memiliki dirmimu selamanya…

Segenap hatiku luluh lantak

Mengiringi dukaku kan kehilangan dirimu

Sungguh ku tak mampu tuk meredam kepedihan hatiku

Untuk merelakan kepergian dirimu…

Hatiku pedih….hatiku perih..

Namun ku tak hancur….

Aku harus membiarkanmu bersamanya..

Biarlah kumengalah demi keutuhan cinta kalian…

Biarlah aku memenggal cinta ini…

Agar kebahagiannya tidak sirna…

Kasih cintai dia….kasihi dia….

Jangan kembali kepadaku…….

Tutuplah perasaanmu akan hatiku…

Demikian juga aku…..

 

Mungkin memang ini jalan takdirku

Mengagumi tanpa dicintai

tak mengapa bagiku asal kaupun bahagia dalam hidupmu

telah lama kupendam perasaan itu

menunggu hatimu menyambut diriku

tak mengapa bagiku mencintamu adalah bahagia untukku

Kalau memang Sang Pencipta mengirimmu untukku…

Kita pasti kembali bersatu…

Ketulusan cintaku selalu mewarnai hidupmu…

Karena cinta yang tulus tak meminta kembali…..

 

Puisi di atas adalah luapan hati dari seorang wanita yang merasa cintanya bertepuk sebelah tangan. Pria yang dicintainya,  ternyata sebelumnya juga telah memiliki wanita. Ia hanya bisa pasrah dan mengalah akan situasi itu. Ia coba untuk tetap mencintai lelaki itu, memberi perhatian dan kasih sayang meski ia tidak memiliki seutuhnya. Wanita ini mencoba mewujudkan cinta  yang tulus, memaafkan dengan tulus. Ketulusan wanita ini akhirnya membuat ia semakin bisa mencintai lebih dalam lagi kepada semua orang.

 

Pengalaman wanita ini mengingatkan saya pada pengalaman Bunda Maria. Tentunya Bunda Maria akan sakit hati dan pedih melihat puteraNya disiksa dan dibunuh secara keji oleh serdadu romawi, padahal anakNya tidak bersalah. Namun Bunda Maria tetap tabah dan berbesar hati. Perlakuan yang diterima anakNya disikapi dengan ketegaran, tidak hanya itu ia juga memaafkan kesalahan semua orang yang telah membuat anakNya menderita. Ketulusan dari cinta Bunda Maria ia buktikan dengan mencintai murid – murid dari AnakNya. Hingga sekarang kita juga bisa merasakan cintaNya lewat perhatianNya ke dalam bentuk doa yang di kabulkan olehNya.Bisa jadi penampakan Bunda Maria di tengah – tengah manusia merupakan bentuk cinta yang terus menerus kepada manusia.

 

Belajar dari pengalaman wanita di atas dan Bunda Maria, penting untuk kita sadari bahwa ketulusan mencintai dan ketulusan memaafkan menjadi unsur significant dalam hidup ini. Kita diingatkan sejauh mana kita mampu memaafkan kesalahan orang yang bersalah kepada kita? Percuma saja kita berdoa bapa kami, minta ampun atas segala dosa yang kita perbuat tetapi kita sendiri tidak mau mengampuni kesalahan orang lain. Yang ada malah diri kita memendam dendam, membenci, yang ternyata malah diri kita yang merasakan kerugiannya.Tanapa sadar dengan membenci kita terpenjara dalam pikiran dan perasaan kita, akhirnya waktu kita habis untuk memikirkan kesalahan orang lain. Dan Betapa egoisnya kita, Allah kita mohon untuk mengasihi kita dan mengampuni tetapi diri kita sendiri tidak mau melakukannya.

Coba kita lihat, ketika kita masuk dalam gereja dan memandang salib Kristus. Makna apa yang bisa kita ambil ketika melihat Yesus wafat tergantung? Menurut saya, salib itu memberi makna bahwa meskipun Yesus dipaku di salib, ia tetap mengampuni orang yang bersalah kepadaNya. “Bapa Ampunilah mereka sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat” Sungguh iman yang begitu dahsyat. Bagaimana dengan kita? Tidakkah malu ketika kita berada di gereja, berada di bawah kaki salib Kristus, merayakan perayaan ekaristi dan meminta permohonan ampun sedangkan kita tidak siap untuk mengampuni orang lain?

Kekuatan memaafkan bisa mengubah seseorang. Bisa jadi pria yang mendapat pengampunan dari wanita itu menjadi sadar akan pentingnya sebuah kesetiaan cinta dan ketulusan pengampunan. Bisa jadi, pengampunan dari Bunda Maria mendorong Petrus untuk lebih mencintai PutraNya dalam karya keselamatannya.

Pengampunan tidak hanya sekedar kata yang keluar dari mulut saja, tetapi keluar dari hati, terwujudkan dalam perbuatan. Memaafkan mengandaikan bahwa kita tidak mengingat kembali kesalahan seseorang.Dan memaafkan berarti kita tidak berhenti untuk terus mencintai.

Maka marilah kita belajar dari wanita di atas. Belajar dari Bunda Maria sebagai pelindung legio kita, bagaimana kita mampu memberikan secara tulus pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita. Selamat mencintai dan selamat belajar mengampuni.

 

Comments
3 Responses to “Puisi Seorang Gadis”
  1. Sari says:

    to forgive is not easy. Especially for ordinary people like us. Even just to say, yes I forgive you. the worse thing even when someone decide to forgive someone just to make he/she quiet. Just said it in mouth. The hardest thing to do is to forget all the mistakes that has been forgiven, however is still a scar, a scar leave a mark, always. How the writer of “Puisi seorang gadis” you would say about it? I might seems like a negative thinker, but I just share my experience. I find it is hard, very hard to forgive, ups not forgive, but forget the mistakes. (Hi, do you still remember me? exs Listra-Unpar)

  2. Deivine SIgnor says:

    Everyone has different experiences, everyone solves their cases with different ways. You can say that it isn’t easy to forgive, and anyone says that. You and I aren’t an angel. But Imagine, what will be happened when none forgives anyone has mistake with them? what will choose to forgive or sink into the mistakes? This is simple because every decision has its own feedback.

    Squallvita@yahoo.com

  3. karl says:

    heyy keep intouch http://wicararumi.blogspot.com its 800 years ago kitaro music in this web for beautiful poet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: