KEMANA JIWA PERGI?

By DS Ollyn Zb

Kemana jiwa pergi?

Saat malam mengubah hari menjadi tabir gelap dalam mimpi

Saat mata seakan tidak mampu menatap kedipnya cahaya kecil

 

Kemana jiwa pergi?

Di tengah malam yang lelap tiada berisik

Tatkala INGIN berubah menjadi HARUS

HARUS segera berakhir dan MASUK dalam INGIN

Seakan semua tidak bisa terkendali

 

Wahai malam yang menggelapkan hari

Wahai Khalik yang bertahta di atas waktu-waktu yang terus bergulir

Wahai alam tempat kami berpijak dan menepikan diri

Dan wahai Pencipta yang mengetahui lubuk hati

 

Engkau kan tahu….

Engkau kan tahu bahwa saat ini kami merindukan Engkau

Tetapi kemanakah jiwa pergi?

Kemanakah jiwa pergi?

Tatkala kami seakan pelit memberi waktu yang sedikit

Waktu untuk mengucap seuntai niat hati

Waktu untuk meluruhkan syukur atas hidup yang Engkau beri

 

Malam ini….

Di tengah malam….

Kami mencoba untuk sedikit memberi kesempatan Engkau menyapa kami

Sedikit lagi…

Sebab Engkau kan tahu bahwa kami sudah tidak kuat lagi

Tidak kuat melawan diri kami sendiri

 

Kami enggan untuk tidur sampai pagi jika kami sedang asyik

Asyik untuk diri kami sendiri

Tetapi kenapa?

Kemana jiwa pergi saat sedikit waktu di tengah malam ini

Kami beri untuk Engkau Sang Pengatur hidup ini?

 

Engkau melihat kami masing-masing

Melihat setiap relung yang tidak terungkap

Mengenal setiap sungut yang kami tekan tidak keluar

 

Itulah kami….

Inilah kami….

Civita, 20 Juni 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: