Janganlah Khawatir

Oleh Postinus Gulö*

“Worry doesn’t help anything but it hurts everything”, kekhawatiran tidak akan membuat keadaan bertambah baik tetapi memperburuk keadaan. Demikian nasihat bijak sang Jenderal George S. Patton.

Kalimat bijak di atas mengingatkan saya pada Sabda Yesus: “siapa di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambah sehasta saja pada jalan hidupnya?” (Mat 6: 27). Di balik kata-kata bijak George S. Patton dan Sabda Yesus, ada beberapa gagasan penting yang terpikirkan oleh saya.

Pertama, kekhawatiran akan mengakibatkan seseorang kehilangan orientasi hidup. Lantas, dia mencari jalan pintas. Di zaman kiwari, jalan pintas itu bisa tampil dalam berbagai wajah: korupsi, merampok, membunuh, menjual diri, dst…dst.

Kedua, kekhawatiran akan membuat seseorang hanya terfokus pada dirinya. Dia tidak menyadari bahwa Allah selalu mendampinginya.

Ketiga, kekhawatiran bisa menggiring seseorang ke belukar keputusasaan. Akibat fatalnya adalah orang yang bersangkutan bisa saja nekad mengakhiri hidupnya dengan jalan: gantung diri, minum racun, dst…dst. Pikirnya: daripada sengsara lebih baik mati saja! Fenomena semacam ini bukanlah cerita fiktif lagi. Sekarang banyak orang nekad bunuh diri hanya gara-gara kekhawatiran akan kebutuhan hidup dan bagaimana bertahan hidup. Ini adalah pola pikir yang sempit. Seolah pintu harapan sudah tertutup bagi mereka.

Keempat, orang yang khawatir cenderung gelisah, cemas, gugup, bahkan mudah marah. Tak jarang juga, rasa khawatir mengakibatkan orang bersangkutan jatuh sakit. Kekhawatiran yang tak wajar tidak hanya merugikan kesehatan jasmani kita, tetapi juga mengurangi efisiensi dan kemampuan kita untuk menghadapi persoalan-persoalan hidup yang nyata. Kita menjadi kurang percaya kepada diri sendiri dan kurang menghargai diri sendiri sebagai manusia.

Hidup ini jauh lebih berharga. Dia anugrah terbesar dari Allah. Jadi, yang penting kita berusaha memelihara hidup seraya meminta pertolongan Dia, Sang pemberi hidup.

Dalam keseharian, mungkin kita pas-pasan secara ekonomis. Tapi ingat, kita tidak perlu kecil hati atas kemiskinan yang menimpa kita. Harta terbesar kita adalah kesediaan hati menerima anugrah Allah. Kita tidak perlu putus asa. Kemauan mencapai yang belum kita capai itulah kekuatan melepaskan diri dari belukar kesengsaraan. Bukan celotehan. Bukan hanya tindakan merenungkan nasib. Tiada yang mustahil, ketika kita memiliki kemauan: berusaha dan berusaha. Ada banyak pekerjaan yang ditawarkan kepada kita, mulai dari pekejaan yang dianggap hina hingga pekerjaan yang dipandang mulia. Nah, perkaranya: bersediakah kita menerima tawaran ini, tanpa membanding-bandingkan dengan pekerjaan si A atau si B?

Kita khawatir akan kebutuhan hidup. Kita khawatir menyongsong masa depan. Kita malu melihat kenyataan hidup kita. Tapi marilah sadar diri: apakah kita sudah berusaha menggapainya? Sejauh mana kita berjuang ketika diterjang badai kesengsaraan? Seerat apa relasi kita dengan Allah dan sesama?

Melihat fenomena zaman kiwari, kalimat bijak di atas adalah nasihat terbaik untuk menyadarkan kita. Semoga!

*Postinus Gulö adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

 

Comments
6 Responses to “Janganlah Khawatir”
  1. Deivine SIgnor says:

    hei, man…it’s so good. Great job and keep do your best.

  2. Terimakasih untuk bang Gulo…
    Namun saya masih bingung bang Gulo tentang kata “khawatir”. Apakah bang Gulo bisa menjelaskan secara eksplisit apa sebenarnya arti kata “khawatir” itu sendiri, sehingga selalu identik dengan kehidupan manusia dan bukan makhluk-makhluk lain? dan juga apakah dalam sejarah perkembangan filsafat, mulai dari jaman Pra-Sokratik sampai jaman Post-Modernism ini, pernah ada filsuf yang menyinggung hal ini?

    Thank’s untuk filsuf masa depan…

  3. Deivine SIgnor says:

    Sdr Senayan, kog nama anda begitu aneh buat saya….hehehe..maaf2…tapi kayaknya seperti berbau monas gitu?
    Saya persis tidak akan penuh menjawab sdr; karena jika seorang filsuf sendiri pun bahkan seorang psykolog rasanya akan susah untuk menjawab langsung definisi khawatir [kuatir?].

    Khawatir a state of being, internal case, yang membuat orang begitu enggan, takut, untuk keluar sebagai dirinya sendiri. Tentu hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, mungkin saja seperti trauma, ejekan dari orang lain yang terus menerus atau ada kekurangan dalam dirinya sendiri misalkan grogi, dll. Pasti sdr dan saya juga pernah khawatir. Tetapi apa khawatir itu secara persis, kemungkinan kita tidak dapat membahasakannya. Bahwa kita merasa benar, tetapi untuk memaparkannya mungkin hanya lewat gejala-gejala atau sikap.

    Begitu…atau bagaimana menurut sdr.
    Saya hanya mengungkapkan apa yang saya bisa.

    Deivine Signor
    SPV Motivation Center-JKT

  4. bang DV, sebenarnya kalau saya masih berpikiran anak-anak, saya pasti merasa tersinggung dengan perkataan anda yang mengatakan bahwa nama saya “Senayan” terasa aneh buat anda. tetapi karena saya merasa bahwa saya sudah dewasa, ya sudah tidak apa-apa kok…mungkin anda juga bercanda ya…
    bagi saya penjelasan anda cukup memuaskan. namun masih ada yang belum terjawab berkaitan dengan pendapat para filsuf. mungkinkah ada filsuf yang pernah menyinggung hal ini…saya tanya ini, karena ada tugas kuliah yang berkaitan dengan kata “kuatir”ini. jadi, kalau ada pendapat-pendapat para filsuf, nantinya, saya bisa jadikan sebagai bahan pendukung gitu deh…

    Yaahowu

    S.Marinus Waruwu (Bandung)

  5. m ranto gulo says:

    Salam sukses, saya sudah kunjungi blok yang bagus ini, saya bangga sesama dari Mandrehe Nias.

    Blok yang berhubungan dengan Nias adalah

    http://niasbarat.com, http://madogulo.wrodpress.com (moderatronya tidak jelas). Dan Blok ini bisa dikembangkan dengan sangat baik.

    Terima Kasih atas tulisannya di blok kita nias barat
    salam Nias Barat

  6. Ya’ahowu Pak Ir. M Ranto Gulo

    Saya juga bangga terhadap sesama kita Nias Barat yang tetap kritis di web Nias.
    Thx banget komentarnya. Bukan hanya sama orang Nias Barat pun terhadap orang Nias. Saya bangga banget. KIta udah ga “kuper” lagi.

    Ya’ahowu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: