The First Step Makes You Dare!

Deivine Signor

Kebanyakan orang sangat terpaku pada berbagai pertimbangan sampai pada hal yang sangat detail sebelum melakukan sesuatu. Sangat bagus. Tetapi jika ingin lebih maju JANGAN MEMPERTIMBANGKAN SESUATU!

Tatkala anda masuk dalam pertimbangan yang memikirkan plus dan minus atas sesuatu, kerap anda tidak berani untuk melangkah. Anda terjebak dalam stagnasi, mandeg, tidak mau maju selangkah.

Ketika anda pernah punya pengalaman tidak menyenangkan kerap anda akan menyerah sebelum mencoba lagi dan lagi. Anda trauma mengulangi hal yang baru karena mindset anda yang terkurung.

Saat anda begitu keukeuh dengan pola pikir anda, kebenaran anda, anda akan melihat semua hal hampir sama dan tidak ada untungnya dari sudut pandang anda. Mungkin anda berpikir bahwa anda yang paling hebat. Anda tidak lebih dari seekor siput yang berjalan begitu lambat.

Hanya ada satu yang mampu mengubah hidup anda katakan ya dan lakukan! Sebab menunggu akan menghantar anda pada kehilangan moment dan daya untuk fight.

Pertimbangan-pertimbangan itu perlu, tetapi sama sekali tidak berguna jika ia menghalangi langkah anda! Seribu langkah terakhir selalu diawali dengan langkah yang pertama. Jika langkah pertama tidak pernah anda raih jangan menyesali jika hidup anda tidak pernah jadi lebih baik. Segala hal ada resiko bahkan tanpa anda berbuat apapun dalam hidup anda. Lalu mengapa anda tidak mengambil langkah yang pertama untuk harapan besar anda?

Salam dan Sukses!

Comments
2 Responses to “The First Step Makes You Dare!”
  1. Dekha says:

    “JANGAN MEMPERTIMBANGKAN SESUATU!” Sungguh hebat.

    Melunturkan semua ajaran para orang Bijak, tidak terkecuali para Nabi dan Rasul.

    Menurut saya, hal itu dapat terwujud apabila manusia telah mencapai : bebas untuk “menjadi dirinya sendiri” , bebas untuk “sepenuhnya bangkit sebagai manusia”.

    Selamat merenung.

    Kenapa saya katakan demikian : Karena inti ajaran semua orang bijak, Nabi, dan para Rasul adalah agar tercipta solidaritas, cinta kasih, dan keadilan sebagai tujuan hidup manusia. Hipotese Thomas Hobbes dan Machiavelli pun tidak jauh dari itu. Hanya cara yang berbeda.

    Menurut saya : Saran Signor tersebut baru dapat terwujud apabila “peribadi” mengenal dirinya sendiri. Sedankan teori ini pun sekarang dibantah.

    Intinya bahwa

  2. Dekha says:

    “JANGAN MEMPERTIMBANGKAN SESUATU!” Sungguh hebat.

    Melunturkan semua ajaran para orang Bijak, tidak terkecuali para Nabi dan Rasul.

    Menurut saya, hal itu dapat terwujud apabila manusia telah mencapai : bebas untuk “menjadi dirinya sendiri” , bebas untuk “sepenuhnya bangkit sebagai manusia”.

    Selamat merenung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: