Work, Heart and Action

ollyn2.jpg

Deivine Signor OYzb.

Your words will live your work and your work will shout your words.Work and word should be in one action.

Ketika anda sudah terpaku pada rutinitas kerja, pekerjaan itu akan menghempaskan anda dalam kekakuan dan kehilangan kejenakaan. Anda akan kehilangan sejuta keceriaan yang mampu menggerakkan anda untuk berbuat lebih dari pada yang sedang anda lakukan. Di saat itu mungkin anda akan membenci diri sendiri, mempertanyakan tentang diri anda sendiri. “Kenapa saya berubah seperti ini? Kenapa saya kehilangan keceriaan?”

 

Seorang pramuniaga berhari-hari merasakan tekanan dalam pekerjaannya. Ia pulang tanpa senyum, ia kerja tanpa semangat. Tidak ada seorang pun yang mampu ia ajak bicara. Seakan-akan ia hanya seorang diri dalam pekerjaan itu. Suatu hari, di tengah perjalanan pulang, ia melihat seorang anak kecil sedang menatap sebuah gambar yang ia buat sendiri. Anak itu mengajak berbicara gambarnya: “wah, lucu yah…kamu siapa sih?” katanya. “Aku kan yang kamu buat sendiri, masa ga kenal sih?” Si anak itu menjawab sendiri pertanyaannya. “soalnya kamu beda banget! Padahal aku tadinya pengen menggambar yang lebih baik?” Jawabnya: “kalau begitu kamu ubah aja lagi, siapa tau jadi lebih bagus!”. Percakapan sekilas itu tertangkap oleh pramuniaga dan ia berlalu. Ketika ia hampir sampai di tempatnya, ia melihat dua orang anak sedang memperebutkan satu boneka, bahkan…akhirnya tangan boneka itu lepas dari tubuhnya. Ia berkata dalam hati: “ada-ada aja anak-anak. Boneka satu itu aja diperebutkan sampai rusak!” Tetapi ia akhirnya berpikir, “kog anak-anak bisa seperti itu yah?”

 

Sangat sederhana. Kita kehilangan sikap ekspresif seorang anak tatkala kesumpekkan rasanya menhampiri kita. Dan pada saat itu, kita masuk dalam dunia yang asing, dunia kekakuan. Dunia ini membuang habis kejenakaan kita, membuat kita tidak mampu bahkan memberi senyum sekalipun.

 

Dunia Asing dalam Diri

Dunia ini kita ciptakan sendiri tentunya selalu karena lingkungan kita. Dunia ini hanya memiliki satu penghuni pada saat itu yakni diri anda sendiri. Tetapi anda tidak memiliki dunia itu. Anda hanya dihempaskan dan kemudian dibiarkan. Perlahan anda akan menemukan diri anda begitu asing. Hal ini pertama-tama digenjot oleh [1] anda begitu terpaku pada problem yang sedang anda hadapi. Anda begitu memikirkannya seakan masalah itu membelit anda tanpa jalan keluar. Ketika anda memikirkannya terus-menerus tanpa jalan keluar, semangat anda akan melemah sedikit demi sedikit dan akhirnya anda akan menyerah. Terbawa oleh keadaan yang ada. Untuk mengatasi hal ini anda harus mengubah fokus. Caranya: minumlah segelas air putih dan kemudian teriaklah “aku ingin menjadi yang terbaik”. Segelas air putih begitu bermanfaat untuk mengubah konstruksi kristal-kristal energi dalam diri anda. Menurut Masaru Emoto air mengubah tingkat cahaya energi dalam diri kita apalagi jika ditambahkan dengan reaksi positif untuk menjadi yang lebih baik. [2] anda membiarkan diri dikalahkan oleh emosi negatif anda. Sehingga di saat itu, emosi anda yang memegang kendali, yang bergerak dan bukan pikiran anda. Bandingkanlah, jika ada seseorang yang membuat anda jengkel lalu anda menanggapi dengan arus perasaan yang sama, anda pasti terbawa situasi. Tetapi, jika orang membuat anda jengkel dan anda tersenyum kepadanya, bukankah anda tidak ditarik dalam masalah itu dan orang yang menjengkelkan itu sendiri semakin jengkel dengan dirinya. [3] anda menutup diri pada kejenakaan yang ada di sekitar anda. Oleh karenanya anda terasing dari lingkungan anda. Banyak hal yang lucu di sekitar anda jika diperhatikan. Saya sendiri kerap mengamati gaya dan gerakan orang-orang yang ada di sekitar saya. Di sana banyak sekali hal yang bisa dipetik untuk dipelajar dan membuat anda tertawa. Contohnya: perhatikan gaya orang yang sedang berbicara di handphone. Ia akan membuat gerak-gerakan yang menggelikan, apalagi jika ia tersenyum sendiri. Dan coba pikirkan apa yang sedang dipikirkannya. Saya yakin anda akan menjadi tersenyum sendiri dan terheran-heran bahkan dengan diri anda sendiri.

 

Masalah pasti ada dan tidak ada seorang pun yang tidak menghadapi itu. Dengan demikian, apakah anda berpikir bahwa hanya anda yang mempunyai masalah? Semua itu berguna untuk mengasah dan membakar kita untuk menjadi emas murni yang mampu memantulkan cahaya emas di tengah kesuraman yang ada. Anda orang berkata: jika anda ingin berbicara tidak perlu selalu dengan kata-kata tetapi dengan pekerjaan anda. Dari pekerjaan itu anda akan meneriakkan kata-kata anda.

 

Siapapun Sahabat

Banyak orang yang berkata bahwa pembeli atau konsumen itu adalah raja yang perlu dilayani. Hal ini seakan menempatkan anda di tempat yang lebih rendah, sehingga anda mau tak mau harus menyangkal diri anda sendiri. Sesungguhnya, dunia telah berubah, pembeli atau konsumen adalah SAHABAT. Sebagaimana anda menghadapi sahabat, berbicara, berekspresi, anda akan sangat antusias untuk mendengarkan dirinya. Mungkin anda berkata apa bedanya? Buktikanlah, ketika anda berada pada posisi seorang sahabat anda akan mendapatkan banyak hal dari orangyang anda hadapi. Ia bisa menceritakan siapa dirinya pada anda kendati dalam waktu yang singkat. Ia bisa memberi masukkan pada anda dengan gaya yang bersahabat pula. Di saat itu pun, anda akan masuk dalam aura yang sungguh senang.

 

Ada seorang guru berkata: “aku tidak lagi menyebut kamu hamba melainkan sahabat. Sebab hamba tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi, aku telah mengatakan semuanya kepadamu. Sehingga engkau mengetahui segalanya”. Bayangkan jika anda ibarat hamba yang melayani tuan yang adalah konsumen anda. Anda tidak akan mengetahui lebih banyak ketimbang yang sudah anda ketahui. Mereka pun tidak akan pernah menceritakan siapa mereka kepada anda. Dan bukankah dengan demikian anda akan menemukan banyak sahabat? Karena anda telah membuka diri kepada orang lain. Saya kerap berhadapan dengan orang-orang yang begitu judes menghadapi pembeli. Kerap mereka sendiri pun dijudesin oleh orang lain. Dan apa yang mereka dapatkan? Hanya kekesalan demi kekesalan. Dan itu akan mereka bawa sampai malam hari tanpa berakhir pada esok hari.

 

Bukankah anda mempunyai seorang sahabat? Jika anda pernah merasakan bagaimana menjadi seorang sahabat dan begitu pentingnya sahabat anda akan melakukan sesuatu yang berarti. Pertama-tama, bukan karena sahabat anda tetapi karena anda ingin merayakan hidup anda sendiri.

 

Belajar Bukan Bekerja

Jika anda mengatakan pada diri anda bahwa anda bekerja untuk menghidupi diri, anda akan terjebak dalam rutinitas yang sangat. Anda pun akan dengan ketiadaan gairah melalui hari-hari anda. Kenapa? Karena yang ada dipikiran anda adalah jika aku tidak bekerja aku tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupku. Maka, jika anda terus menerus masuk dalam pengertian ini, anda sadar atau tidak sengaja menjebak diri anda pada keterpaksaan.

 

Manusia seharusnya bekerja untuk belajar. Untuk mengembangkan bakat-bakat yang ada dalam dirinya. Sebagai seorang pelajar, anda akan menerima dan semakin mengerti banyak hal. Ketika kita belajar dalam bekerja, kita pun tidak akan pernah sungkan untuk menunjukkan siapa diri kita. Bahkan ketakutan untuk dipecat pun tidak akan pernah mendatangi anda. Kenapa? Karena setelah anda mengetahui semakin banyak, anda akan berani menghadapi apapun berbekal apa yang anda ketahui. Orang yang ingin mengembangkan hidupnya tidak akan pernah berhenti hanya pada satu tempat pekerjaan. Sebab, yang selalu diperhitungkan adalah diri kita sendiri bukan orang lain. Kemampuan-kemampuan anda.

 

Diakhir tulisan ini, izinkan saya menceritakan sebuah kisah. Saya pernah menjadi relawan beberapa lama ketika terjadi gempa di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Di sana saya menangani pendataan abrang-barang masuk dan keluar, juga menghadapi orang-orang yang meminta bantuan ke posko. Saya sama sekali tidak berminat untuk menangani pembukuan dan lebih interest untuk berkeliling melihat daerah-daerah. Namun, akhirnya saya menyanggupi itu karena saya berharap saya akan menemukan sesuatu dari hal baru itu. Akhirnya, benar. Walaupun dengan usaha yang tidak gampang saya bisa merampungkan kerjaan saya dengan baik. Dan saya menemukan banyak.

Bagaimana dengan anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: