Mutiara Berharga

Deivine Signor

 

Suatu saat, ada seorang anak perempuan berumur 7 tahun yang semakin sedih tatkala ibunya terbaring di ranjang dan sakit. Sudah beberapa hari ini ibunya tidak bisa makan seperti biasanya. Sembari terus menemiani ibunya, tiba-tiba ia teringat setangkai bunga mawar indah yang seang berbunga di halaman rumahnya. Ia pun berlari dan mendapati bunga mawar itu di antara bunga mawar lain yang tidak berbunga. Ia mencoba menjangkaunya, tapi terlalu jauh. Namun, ia tetap berusaha. Dan ketika ia sudah memegangnya, tiba-tiba tangannya kena duri-duri dan berdarah. Ia tidak perduli. Yang ia inginkan hanyalah setangkai bunga mawar untuk ibundanya. Ia pun mengambilnya dan segera berlari mendapati ibunya. Betapa terharu sang ibu. Ia menerima bunga mawar itu dan betapa terkejutnya ia, tatkala di tangkai mawar itu masih menempel darah segar jari anaknya. Dan ia berkata: ”kenapa kamu memaksa untuk mengambil mawar ini sampai tanganmu berdarah?”. Jawab anak kecil itu: ”setetes darah itu tidak berarti apa-apa di banding dengan keinginanku memberi ibu setangkai mawar”. Ibunya menangis dan memeluk anaknya.

Mungkin kita sendiri tatkala berhadapan dengan satu tantangan saja langsung menyerah. Keinginan kita sekaligus hilang oleh karena ketakutan kita akan resiko. Persis sama dengan para murid Yesus, ketika Sang Nabi itu mengatakan kebenaran, muridnya semakin ketakutan. Dan ketakutan ini akhirnya membawa mereka untuk menyerah begitu saja. Anak kecil itu, tidak peduli apapun yang akan terjadi. Kecuali satu ia percaya, setangkai mawar itu dapat membahagiakan ibunya yang sakit.

Sangat sederhana, percaya bukan hanyalah kata-kata. Percaya adalah melakukan sesuatu keluar dari diri kita. Di dalam melakukan sesuatu itu, ada semangat [roh] yang semakin menggebu dan menuntun kita semakin berani. Tanpa hal ini, lihatlah…kita hanya mampu berani berkata-kata dan ketika kita berhadapan langsung dengan suatu hal yang membutuhkan pengorbanan, kita pun akan mundur teratur. Pertanyaannya, apakah anda berani melakukan dan berhadapan dengan sesuatu –walau menuntut pengorbanan – demi iman, kebenaran, dan keinginan yang keluar dari hati anda? Selamat bertumbuh.

(Sumber Inspirasi: Bacaan Kis. 9:31-42 dan Yoh. 6:60-69)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: