Saat Saat Yang Bicara

Deivine Signor

 

Tengah malam tadi, aku ingin terbangun dengan hari yang lain, suasana yang lain.

Tengah malam tadi, aku mengucapkan sepenggal hati, aku menginginkan seuntai kasih.

Tengah malam tadi, aku terbaring dengan harapan akan membawa cita yang terurai.

Tengah malam tadi, aku meminta cinta yang terus mengalir.

Yah, tadi malam aku mengungkapkan semuanya dalam diamnya saat, dalam gelapnya malam, dalam hangatnya dingin.

Jika anda pernah menanti sesuatu, mengharapkan sesuatu pastinya anda akan melakukan sesuatu yang akan mewujudkan terjadinya sesuatu itu.

Pernah suatu saat, aku menatap langit pagi yang membatasi indahnya hari. Di sana terbentang kabut yang tipis yang berlapiskan sinar-sinar mentari keemasan. Aku berpikir apa yang akan terjadi dengan kehidupan jika semuanya ini berubah?

Pernah suatu saat yang lain, aku menatap indahnya bintang-bintang malam yang tersenyum disertai jamahan jemari rembulan yang menyapa. Dan tiba-tiba, lampu padam dan semua jadi gelap. Namun, gelap itu adalah terang, saat sinar bintang-bintang dan rembulan menyingkapi semuanya menjadi seribu terang. Dan aku bertanya: ”apa yang akan terjadi seadainya semua itu tidak ada?”

Pernah di suatu tempat aku bertemu dengan seseorang. Aku terus menatapnya dan seakan-akan memperhatikan setiap inci dari dirinya. Dan aku pun bertanya: ”apa yang menarik dari dirinya?”

Pernah suatu saat, aku menatap sekuntum bunga. Bunga itu melambai terhembus angin. Besoknya aku melihat kembali bunga itu telah layu dan tidak indah lagi. Kemudian aku pun bertanya: ”kenapa ia diciptakan begitu indah namun cepat sekali untuk layu?”

Pernah di suatu waktu, aku berenang di suatu kolam. Airnya begitu dingin namun begitu tenang. Aku melihat warna biru langit menghiasi permukaannya sambil memancarkan keindahan langit. Namun, saat itu aku bertanya: “apa yang akan terjadi jika pas saat saya berenang dan air ini tiba-tiba membeku padahal aku masih berenang di dalamnya?“

Suatu saat lain, aku pergi ke suatu tempat. Di tengah perjalanan tiba-tiba aku melihat kendaraan yang bertabrakkan dan semua orang di atasnya meninggal dunia. Kemudian aku pun bertanya: ”apa yang akan terjadi jika hal itu terjadi padaku?”

Dari semuanya, pasti anda tersadar satu hal, bahwa banyak hal atau kejadian akan berbicara langsung pada kita. Hanya kerap kita tertutup dan tidak memperdulikannya. Maka, yang terjadi adalah apa yang tidak kita harapkan. Sekian banyak kenyataan ternyatakan setiap saat. Pertanyaannya, ”apakah kita mampu melihat hal-hal yang berbeda dalam setiap hal?”

Saat-saat yang bicara

Mengingatkan kita dan kerap malah menuntun kita untuk melakukan sesuatu

Saat-saat yang bicara

Selalu menemani kita untuk bersikap

Saat-saat yang bicara

Adalah diri sendiri yang seharusnya tetap terdengar oleh kita sendiri.

Mampukah anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: