How I Know That I Love?

Deivine Signor

Suatu saat ada seseorang yang bertanya kepada saya, “bagaimana kamu tahu bahwa kamu sedang mencinta?” Jujur saja, saya langsung masuk ke kedalaman bagai menyelusuri lorong-lorong yang selama ini memang telah saya lalui. Di sana, saya kembali melihat saat-saat dimana hati bukan hanya berbicara tentang rasa yang indah namun juga saat-saat pikiran mempertanyakan banyak hal. The really deep question is how I know that I love?

Suatu saat ada seorang “peri” bertanya: “aku tidak tahu apakah aku benar-benar mencintaimu? Aku ragu dan aku mempertanyakannya. Yang aku tahu adalah aku menjalani rasa dan saat yang sedang ada ini”. Mendengar itu, pemuda, sang kekasihnya melukiskan apa yang dialaminya sendiri sembari tetap memberi keleluasan kepada perinya untuk menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri.

Pernahkah anda mengalami hal ini? Seseorang yang menyukai orang lain dalam arti yang sangat dalam pertama-tama diawali dengan rasa suka. Tertarik melihat hal-hal kecil yang dilakukannya. Saya ingat, satu hal yang sangat mempengaruhi hidup saya. “Semua hal besar selalu diawali oleh hal yang kecil”. Tatkala setiap saat melihat, mendengar, dan merasakan apa yang dilakukan seseorang akan membawa orang lain semakin dekat dengannya. Pada tahap awal, ini merupakan rasa suka yang semakin ingin merengkuh seseorang begitu dekat dengan kita. But……tentunya kita akan terus memikirkan apakah benar kita menyukainya? Atau jangan-jangan ini hanya perasaan sesaat? Tentunya, jangan sampai anda salah memilih. Sebab, soal hati bukanlah soal mata yang tertarik karena memandang, cinta bukanlah soal dia yang menawan.

Pada saat suka menjadi alat yang pertama mempertemukan yang berbeda menjadi tetap berbeda, akan terjadi suatu konfigurasi sisi-sisi yang tidak dimengerti sepenuhnya. “Mengapa seseorang harus menyukai orang yang satu itu dan bukan yang lain?” Sisi yang tidak dimengerti ini, pada saat tertentu disebut dengan kesamaan. Ketika anda semakin melihat ada beberapa atau banyak kesamaan dalam diri anda dengan orang yang satu itu, apa yang akan anda lakukan? Pastinya, anda akan mengungkapkan diri anda lebih jauh dan dalam. Rasa suka dalam kesamaan-kesamaan akan bergerak pada zona mencoba memberi dan menemani.

Hadir di saat-saat seseorang tidak tahu harus berbuat apa, sambil mengungkapkan apa yang bisa dilakukan. Kadang, ia hanya diam dan terus mengulang kata yang sama agar seseorang menemukan setitik semangat dalam keletihannya. Pada akhirnya, saling menyadari dan menyatakan diri apa adanya merupakan garis lanjutan dari kisah yang akan terus dituliskan. Di saat itu, siapapun akan saling berbagi, saling mengerti dan saling merindukan. Tetapi apakah hanya sampai di sini?

Jika kita hanya sampai pada tahap ini, ingat rasa suka akan menyeret kita – selalu – dalam like or not, right or not or sometime we call it as moodiness. Ketika orang yang kita sukai itu menjadi menjengkelkan atau kadang-kadang cuek, dingin, dan lain sebagainya kita akan cenderung untuk menjauh. Atau kita akan menjadi sangat marah dan merasa dicuekin. Tapi siapakah kita sehingga kita harus memaksa atau mempertanyakan dia tidak boleh seperti itu?

Akan banyak sekali kisah yang akan terjadi. Tapi, kita harus kembali kepertanyaan dasar: ”how I know that I love?” Cinta dalam arti yang sangat dalam adalah keputusan. Ketika anda mengatakan perasaan anda kepada seseorang bahwa anda menyukainya dan “bukan” yang lain anda telah memutuskan. A decision makes everything in commit with her/him by our own words. Maka, keputusan akan terus menghantar kita pada sebuah keberanian untuk melakukan apapun.

Sebuah ilustrasi sederhana. Saat anda menyukai seseorang dan anda begitu ingin memberinya sekuntum mawar. Anda melihat hanya ada sekuntum mawar indah di taman. Anda mendekati dan melihat mawar itu dipenuhi dengan duri-duri yang siap melukai tangan anda. Pertanyaannya: “apakah anda mau mengambil mawar itu dan memberikan kepadanya kendati tangan anda akan terluka? Once again, you must be make a decision. Jika cinta anda lebih besar daripada ketakutan anda untuk terluka, anda pasti mengambil mawar itu dan memberikan kepadanya. Cinta mengalahkan luka. Dan bukankah itu sebuah keputusan?

Pernahkah anda begitu ingin bertemu dengan kekasih anda? Dan walaupun ada pekerjaan anda pasti mencari waktu untuk bertemu dengan dirinya?

Pernahkah anda begitu mengharapkan kehadirannya di sisi anda? Dan dengannya anda berusaha menghubunginya walau sekedar mendengar suaranya?

Pernahkah anda ingin bercerita namun tiada teman dan sendirian? Dan anda mengatakan padanya bahwa anda ingin menemuinya?

Pernahkah anda sangat tidak bersemangat dan rasanya putus asa dan dia menyemangati anda dengan sangat sederhana hanya dengan berkata “aku tahu kamu pasti bisa?”

Pernahkah anda “merasa” dicuekin dan kemudian ia berkata “maafkan aku?”

Pernahkah anda merasa begitu egois dan ia mengingatkan anda dan kemudian anda pun minta maaf?”

Pernahkah anda meragukan bahwa ia mencintai anda namun ia mengatakan “aku mencintaimu lebih dari yang sebelumnya?”

Pernahkah anda berkata ”aku tidak tahu apakah aku mencintaimu” namun ia selalu hadir dan menemanimu?”

So, the great question is how do you know that you love? Or how I know that I love?

Jika anda mengalami banyak keraguan sekaligus berusaha mencintainya dan mengerti siapa dia, atau banyak hal yang lain…..ingatlah, itu bukti anda sedang mencinta.

Maka, cinta bukanlah masalah rasa. Cinta adalah soal keputusan dan dengannya kita berani menanggung apapun. Ketika kita telah memutuskan bahwa kita mencintai dia, jauh dalam kedalaman hati ada sebuah ketenangan. Sebab, sekaligus di sana tersimpan sebuah unconditional trustworthiness. Sebuah kepercayaan yang tidak meragukan. Aku mencintainya dan akan tetap mencintainya dengan apa adanya dia. Mungkin dia akan berubah tapi aku percaya ia tetap seperti pertama kali aku kenal. Dalam hidup hanya ada dua yang paling utama untuk membina kehidupan yang sangat baik yakni kepercayaan dan kejujuran. Jika kedua hal ini sudah hilang maka yang terjadi adalah kesalahpahaman. Maka, dalam mencintai, keterbukaan menjadi pintu yang sangat dibutuhkan. Biarkan kita saling mengatakan apa yang kita inginkan dan yang lain mendengarkan. Dari sana kita akan belajar bahwa banyak yang berbeda dalam diri kita namun biarkanlah semua tetap berbeda. Tugas kita adalah merajut semua hal yang berbeda menjadi begitu indah untuk dimiliki bersama. Mencitai bukanlah mengubah orang menjadi seperti yang kita inginkan. Sebab, jika demikian kita hanya mencintai bayangan diri kita yang hadir dalam dirinya.

So, how I know that I love? When I know I’m in love and need someone in love. I tell her/him that I love and I always at her/him side lovely. My heart tells me them that I love not always by my mind.

 

Kupersembahkan kepadamu saat pisces 13 bersinar di angkasa jingga mengawali untaian yang akan terus bersinar. Saat keputusan telah kutemukan dan seluruhnya akan kupersembahkan untukmu yang kucinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: