Kekayaan Hati

Deivine Signor

 

Di suatu petang terdengar sebuah alunan

Begitu lembut begitu menyelusup dalam indahnya sinar yang membias

Ah, aku teringat akan sebuah ketenangan

Aku teringat kala aku menatap bunga yang melambai terhembus angin

Aku merindukan saat itu

Di sana berjalan seorang anak gembala yang menggiring binatang kecilnya

Ia menghentak dan bersiul dalam keremangan

Rupanya ia kembali ke rumahnya

Ah, tidak…..

Ia berbelok dan sampai di sebuah kadang dekat rumahnya

Aku mengenal itu kadang milik saudagar

Oh, rupanya gembalaan itu bukan miliknya

Namun aku melihat senyum yang menghiasi raut wajahnya tidak pernah hilang

Ia berbalik dengan semangat yang seakan tidak pernah pergi

Oh…..

Hari-hari berlalu dan selalu berganti

Namun ia mengurai saat-saatnya dengan hati

Sederhana, sangat sederhana

Ia berbagi senyum, ia mencoba menyapa

Walau hanya itu yang ia punya

Yah, ia hamba yang berbangga

Ia sederhana namun membagikan segalanya

Segala yang ia punya

Aku menatap diriku

Aku melihat….

Aku sering kehilangan rasa berbagi

Kerap yang aku temukan adalah hari-hari penuh beban

Beban yang kerap mengkuatirkan

Saat itu aku…

Kata mereka aku berubah…

Dulu aku sering menyapa sekarang aku berdiam

Dulu aku sering bertanya sekarang aku kerap menjawab

Dengan nada yang tidak menyenangkan

Menyuruh tanpa peduli kalau seharusnya itu pekerjaanku

Dan mencari alasan untuk diriku

Saat-saat itu….

Aku kehilangan kesabaran

Aku kehilangan hati yang seharusnya mampu mendengar

Aku kehilangan saat untuk hanya duduk menemani

Orang-orang yang aku sayangi

Ia mengingatkan aku

Ya, saat di petang itu

Gembala yang tersenyum

Yang berbagi apa adanya dirinya

Mampukah aku seperti dia?

Tetap mencinta kendati telah terluka

Tetap berharap walau telah tercampak

Tetap memberi walau tidak menerima

Tetap menemani walau kerap tidak dipedulikan

Berilah aku hati

Dari Dikau yang kusembah

Allah yang mengetahui segalanya.

Comments
9 Responses to “Kekayaan Hati”
  1. chika says:

    Puisi kamoe nyentuh bgt Deiv, aq suka bgt kadang aq jg merasa sperti dlm puisi tersbt, menurutku jadi diri sendiri itu lbh baik dripada qt hrus jd org lain, qt tdk boleh mjd yg trbaik untuk org lain to be your self!!!good luck for u bro…………jgn prnah berhenti mnghasilkan krya2 indah mu kawan………..

  2. Postinus Gulo says:

    sesuatu yang tersimpan, di kedalaman sanubari hanya dapat berarti ketika mampu diartikulasikan. Dan, puisi persis seperti itu. Ia salah satu cara seseorang untuk mengartikulasikan untaian pengalaman yang menempel di sendi-sendi ingatan. Mencari jati diri memang harus melalu jembatan fluktualis batin, ia kadang tak menentu, kadang di gapai, tapi mau tidak mau manusia memang makhluk istimewa: selalu mencari yang lebih. Tetapi sebenarnya, dalam penjelajahan yang demikian, manusia sebenarnya sudah mememukan jati dirinya: manusia yang berpikir dan yang mencari jati dirinya.

  3. Bunny^^ says:

    Deivine..puisinya keren..aq suka..kyanya lgsg nge-jleb bgt d wat aq..Tnyt slaen jago maen musik, Deivine jago bqn puisi jg neehh?? hehe..Qdinx..tp bnran keren koq..

  4. Deivine Signor says:

    Its so great thank Bunny….I just give out what can I do and I have….when sometime I feel….I’ll write them in lyrics, poetries, or a short story. How about you?

  5. alow says:

    alow….loe mang jago y bikin puiosi….
    bikinin donkkkkkkkkkkkkkkk

  6. Deivine Signor says:

    buat alow…puisi kan isi hati..jadi seharusnya setiap orang bisa membuatnya..

  7. Marinus Waruwu says:

    Salam Kasih D.V

    Aduh nyentuh bnegt ya puisinya….ketika saya membaca, renungkan, gua kayak di awan-awan gtu D.V, sepertinya kaki gua bukan di tanah lagi…

    Selamt ya…kembangkanlah bakat terpendam ini…semoga suatu saat, loe jadi penulis puisi handal…ok BOY…

  8. Deivine Signor says:

    Terimakasih banyak saudara. saya pasti akan mengembangkan semua yang bisa saya lakukan. dan bagaimana dengan saudara sendiri?

  9. Marinus W. says:

    Ya itu yang gua mau sasar ke e loe…D.V

    Lho kan seorang motivator canggih. Jadi, cara terbaik untuk ngembangin bakat itu apa sih? gua nyadar bahwa gua ini punya bakat banyak sekali, misalnya gua punya bakat untuk jadi Imam, Politikus, Dosen, Kepala Rumah Tangga, hura-hura. Tapi untuk ngembanginnya itu gimana ya…

    Eh lhoe udah siapin kerja inggak untuk kita di luar? gua tunggu lhoe….jangan sibuk ama cewek terus….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: