The First Step Makes You Dare!

JuneUTCbWed, 20 Jun 2007 16:31:15 +0000000000pmWed, 20 Jun 2007 16:31:15 +000007 15, 2007 at 11:28 | In Motivation | 2 Comments

Deivine Signor

Kebanyakan orang sangat terpaku pada berbagai pertimbangan sampai pada hal yang sangat detail sebelum melakukan sesuatu. Sangat bagus. Tetapi jika ingin lebih maju JANGAN MEMPERTIMBANGKAN SESUATU!

Tatkala anda masuk dalam pertimbangan yang memikirkan plus dan minus atas sesuatu, kerap anda tidak berani untuk melangkah. Anda terjebak dalam stagnasi, mandeg, tidak mau maju selangkah.

Ketika anda pernah punya pengalaman tidak menyenangkan kerap anda akan menyerah sebelum mencoba lagi dan lagi. Anda trauma mengulangi hal yang baru karena mindset anda yang terkurung.

Saat anda begitu keukeuh dengan pola pikir anda, kebenaran anda, anda akan melihat semua hal hampir sama dan tidak ada untungnya dari sudut pandang anda. Mungkin anda berpikir bahwa anda yang paling hebat. Anda tidak lebih dari seekor siput yang berjalan begitu lambat.

Hanya ada satu yang mampu mengubah hidup anda katakan ya dan lakukan! Sebab menunggu akan menghantar anda pada kehilangan moment dan daya untuk fight.

Pertimbangan-pertimbangan itu perlu, tetapi sama sekali tidak berguna jika ia menghalangi langkah anda! Seribu langkah terakhir selalu diawali dengan langkah yang pertama. Jika langkah pertama tidak pernah anda raih jangan menyesali jika hidup anda tidak pernah jadi lebih baik. Segala hal ada resiko bahkan tanpa anda berbuat apapun dalam hidup anda. Lalu mengapa anda tidak mengambil langkah yang pertama untuk harapan besar anda?

Salam dan Sukses!

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. “JANGAN MEMPERTIMBANGKAN SESUATU!” Sungguh hebat.

    Melunturkan semua ajaran para orang Bijak, tidak terkecuali para Nabi dan Rasul.

    Menurut saya, hal itu dapat terwujud apabila manusia telah mencapai : bebas untuk “menjadi dirinya sendiri” , bebas untuk “sepenuhnya bangkit sebagai manusia”.

    Selamat merenung.

    Kenapa saya katakan demikian : Karena inti ajaran semua orang bijak, Nabi, dan para Rasul adalah agar tercipta solidaritas, cinta kasih, dan keadilan sebagai tujuan hidup manusia. Hipotese Thomas Hobbes dan Machiavelli pun tidak jauh dari itu. Hanya cara yang berbeda.

    Menurut saya : Saran Signor tersebut baru dapat terwujud apabila “peribadi” mengenal dirinya sendiri. Sedankan teori ini pun sekarang dibantah.

    Intinya bahwa

  2. “JANGAN MEMPERTIMBANGKAN SESUATU!” Sungguh hebat.

    Melunturkan semua ajaran para orang Bijak, tidak terkecuali para Nabi dan Rasul.

    Menurut saya, hal itu dapat terwujud apabila manusia telah mencapai : bebas untuk “menjadi dirinya sendiri” , bebas untuk “sepenuhnya bangkit sebagai manusia”.

    Selamat merenung.


Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.